Entrepreneur! Sibuk Namun Tidak Produktif?

Entrepeneur!

  • Merasa sibuk namun tidak produktif?
  • Aktivitas padat namun tidak menghasilkan?
  • Bingung dengan seabrek kegiatan sehingga kehilangan prioritas?
  • Memiliki banyak impian namun kewalahan dalam mewujudkan?

Saya pernah mengalami hal yang sama. Bertahun-tahun saya disibukkan dengan berbagai peran dan aktivitas. Sampai-sampai saya “melupakan” keluarga. Saya beralasan, saya sibuk bekerja untuk keluarga, namun faktanya saya justru meninggalkan mereka.

Jangan sampai di masa depan Anda menyesal

Sampai suatu saat sebuah peristiwa menyadarkan saya. Saya tidak ingin menceritakan peristiwa ini karena tidak relevan dengan Anda. Namun, di titik itu saya baru menyadari saya tidak benar-benar ada untuk keluarga. Pun alasan saya sibuk dengan bisnis pun tidak dibenarkan. Kenapa? Karena saya memang nampak sibuk, namun tidak benar-benar produktif. Bahkan, ketika saya menengok tahun-tahun yang saya lewati, saya menyadari bahwa saya tidak melakukan sebuah kemajuan yang berarti.

Di titik itulah saya sadar dan saya mengakui kesalahan saya. Saya pun akhirnya mulai memperbaiki prioritas saya. Saya membaca kembali buku-buku tentang produktivitas. Saya mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan baru, setahap demi setahap.

Hingga akhirnya, atas izin Allah, saya bisa kembali menyelaraskan kehidupan bisnis dan keluarga saya. Saya jauh lebih produktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saya bisa menjalankan bisnis yang menguntungkan dan masih memiliki waktu luang untuk bersama keluarga. Kini, sebagian besar hidup saya ada di rumah. Saya bisa mengantar anak-anak saya ke sekolah. Saya bisa berkencan dengan istri saya setiap pekan. Dan bisnis saya tetap berjalan dengan itu semua.

Alhamdulillah, saat ini saya merasa jauh lebih produktif. Setiap bulan selalu ada perusahaan yang mengundang saya untuk berbicara di tempat mereka. Selama dua tahun terakhir ini saya pun telah menghasilkan 4 buku. Tahun ini, insyaallah ada 2 judul buku lagi yang akan terbit.

Apa rahasianya? Tidak ada rahasia. Semua ada rumusnya. Rumusnya hanya fokus pada satu tujuan terpenting saja dalam satu waktu. Detailnya ini yang saya lakukan:

  1. Gunakan perencanaan 12 pekan (3 bulanan) alih-alih perencanaan tahunan. Ini memberikan sensasi deadline yang menggerakkan diri kita.
  2. Fokus hanya pada 1 tujuan terpenting dalam 12 pekan ini. Mungkin kita punya banyak tujuan dan keinginan, namun kita tidak bisa mewujudkannya bersamaan. Kita perlu fokus pada 1 tujuan terlebih dulu.
  3. Setiap hari, lakukan setidaknya 1 aktivitas kunci yang menggerakkan kita ke arah tujuan kita. Tidak harus aktivitas besar. Aktivitas kecil pun bisa menciptakan dorongan ke arah sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.